SUMBERDAYA TERIPANG KABUPATEN BANGKALAN (Teripang Pasir "Paracaudina australis")




  Teripang merupakan biota yang hidup di dasar perairan, pergerakannya sangat lamban dan biasanya hidup di daerah berpasir, daerah berumput laut, serta berkarang. Jenis teripang yang bernilai ekonomis biasanya menempati dasar gobah (lagoon) atau luar tubir (outerreef) dengan kedalaman berkisar antara 5m sampai dengan 30m (Pangabeanet. al, 2012).Purcell dkk., 2013 menyatakan bahwa didunia terdapat 1200 jenis timun laut (Holothuroidea) dan sekitas 66 jenis diantaranya adalah kelompok teripang. Setidaknya terdapat 3 jenis teripang yang tertangkap oleh nelayan di perairan Bangkalan yaitu teripang pasir (Paracaudina australis), teripangterung (Phyllophorus sp), dan teripang merah (Colochirus quadrangularis).Dari tiga spesies tersebut teripang pasir P.australis merupakan jenis teripang yang memiliki nilai ekonomis tertinggi. Diperairan Bangkalan, jenis teripang yang diharapkan menjadi tangkapan utama bagi nelayan adalah teripang pasir (Paracaudina australis). Teripang pasir P.australis diekspliotasi karena tingginya permintaan khususnya makanan ringan. Secara umum tingginya permintaan untuk bahan pangan dikarenakan kandungan gizi yang baik seperti protein, asam lemak, lemak, asam amino, mineral, kalsium, fosfor, dan natrium (Widianingsih dkk. 2017).
    Bedasarkan hasil survey dan wawancara dengan nelayan, maka diketahui, bahwa daerah penangkapan teripang dapat dibagi menjadi dua (2) lokasi, yaitu berdasarkan kedalaman perairan. Daerah penangkapan 1 mempunyai kedalaman 2 – 7 m, sedangkan daerah penangkapan 2 mempunyai kedalaman lebih rendah dari 2 m. Daerah penangkapan teripang berada di perairan utara kabupaten Bangkalan, yaitu di pesisir perairan Bangkalan dan di sekitar perairan Karang Jamuan. Berdasarkan hasil penelitian, teripang pasir P.australis yang tertangkap di Daerah penangkapan 1 dimana tertangkap juga teripang terung (Phyllophorus sp), sedangkan pada Daerah penangkapan2 hanya dapat tertangkap teripang terung. Hasil ini menunjukkan, bahwa sebaran teripang pasir P.australis pada daerah penangkapan di perairan Bangkalan ternyata utamanya dibatasi oleh kedalaman, yaitu pada kedalaman perairan 2 – 7 meter.
    Berdasarkan hasil analisa kondisi oseanografis pada daerah penangkapan, diketahui bahwa teripang pasir P.australis tertangkap pada daerah dengan karakter substrat dasar perairan pasir berlumpur. Habitat teripang menentukan pertumbuhan dan keberadaan teripang sehingga habitat dapat dijadikan acuan dalam melakukan penangkapan terutama substrat perairannya. Nirwana dkk (2016), menyatakan, bahwa teripang yang ditemukan di Perairan Desa Sawapudo Kabupaten Konawe berada di kedalaman 2 – 6m dengan substrat pasir, lempung berpasir dan pasir berlumpur
    Jumlah hasil tangkapan teripang P.australis selama bulan Januari - Maret 2020 di perairan Bangkalan Bangkalan berfluktuasi dari waktu ke waktu menggunakan perhitunga CPUE (Cath Per Unit Effort). Hasil tangkapan terbanyak selama periode penelitian pada bulan Februari, yaitu 1440,0 kg ; hasil tangkapan paling sedikit pada bulan Januari, yaitu 518,4 kg. Namun jika dilihat hasil tangkapan per upaya, maka pada bulan Maret nilai CPUE = 184,3 kg/trip dan pada bulan Februari sebesar CPUE = 110,7 kg/trip. Hasil ini menunjukkan, bahwa besarnya jumlah trip  tidak berbanding lurus dengan besarnya nilai CPUE, artinya setiap penambahan upaya 1 trip operasi penangkapan belum tentu mendapatkan hasil tangkapan sesuai dengan penambahan dari setiap upaya tersebut. Nilai CPUE pada bulan Januari dan Maret masing- masing berturut-turut 172,8 kg/trip dan 184,3 kg/trip yang jumlah tripnya lebih rendah dibandingkan pada bulan Februari, yaitu 110,7 kg/trip ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan CPUE rata-rata selama 3 bulan penelitian.
    Harga teripang  kondisi basah selama 3 bulan (Januari -  Maret 2020) adalah sama yaitu Rp 834,00/kg. berdasarkan nilai CPUE maka diketahui pendapatan nelayan dengan perhitungan RPUE (revenue per unit effort), bahwa  rata-rata pendapatan nelayan untuk setiap hari operasi penangkapan adalah Rp 120.048,00.  Pendapatan ini berdasarkan harga teripang tertinggi sehingga kemungkinan pendapatan tersebut bisa lebih rendah jika hasil tangkapan berlimpah.

Comments

Popular posts from this blog

CARA PRODUK PERIKANAN MENEMBUS PASAR GLOBAL

10 JENIS OLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA YANG SUDAH EKSPOR KE PASAR DUNIA

BUDIDAYA IKAN GURAME CEPAT PANEN