Cara Mudah Membuat Ikan Asin dan Jenis Ikan Yang Digunakan


Indonesia sebagai negara maritim pastinya memiliki sumberdaya perikanan yang berlimpah. Kita sebagai warga negara Indonesia pasti mengenal dengan yang namanya IKAN ASIN bukan? dan banyak dari kita sudah merasakan bagaimana sensasi asin dari ikan asin, karena ikan ini sangat ekonomis dan memiliki banyak penggemar. Supaya kita tidak hanya tau makannya  saja, mari kita ketahui apa itu ikan asin ? jenis ikan yang biasa dijadikan ikan asin? dan bagaimana cara mudah membuat ikan asin?.

v  Ikan asin merupakan ikan yang diawetkan dengan cara menambahkan banyak garam yang berfungsi untuk menekan pertumbuhan bakteri sehingga mutu ikan akan bertahan lebih lama. Pada hakikatnya semua jenis ikan dapat diawetkan dengan cara diasinkan, namun yang perlu diperhatikan seberapa efektif pengawetan pada ikan tersebut. Sehingga pada spesies ikan yang memiliki tubuh dan daging besar dipotong terlebih dahulu sebelum diasinkan. Jenis ikan yang sering  digunakan biasanya memiliki yang tipis dan berukuran kecil dimana bentuk ikan  karena sangat berpengaruh pada daya serap kandungan garam pada daging sehingga bakteri pada suluruh bagian tubuh dapat ditekan.

v  Ikan yang sering diawetkan dengan cara pengasinan adalah komoditas ikan pelagis kecil yang sering tertangkap pada kedalam ˂ 30 meter. Berikut merupakan jenis – jenis ikan yang  biasa dijadikan ikan asin:

Nama Lokal

Nama Ilmiah

Gambar

Kopek

Leiognathus equulus

Bulabuh

Leiognathus bindus

Gempar

Eubleekeria rapsoni


Kuning

Nemipterus virgatus

Kenceng

Upeneus moluccensis

Empeng

Gazza minuta

 

Serempeng

Equulites leuciscus

 

Pere

Leiognathus splendens

 


v  Terdapat banyak cara atau metode yang dapat digunakan untuk mengasinkan ikan, namun pada kali ini adalah cara paling mudah dalam proses pengasinan ikan.

1.      Ikan dibersihkan tanpa disiangi karena ikan memiliki tubuh kecil sehingga keberadaan jeroan ikan tidak terlalu berpengaruh.

2.      Melarutkan 30-50% garam pada air

3.      Rendam ikan yang sudah dibersihkan pada larutan garam yang sudah dibuat

4.      Berikan pemberat sehingga ikan tidak mengapung

5.      Ikan direndam setidaknya 1x24 jam tergantung kebutuhan tingkat keasinan yang diinginkan

6.      Setalah proses perendaman ikan di cuci dengan air bersih.

7.    Tahap terakhir ialah penjemuran / pengeringan  biasanya menggunakan para – para yang terbuat dari bambu, pengeringan dikatakan selesai ketika tubuh keras dan tidak adanya kandungan air pada tubuhkan ikan. Sedangkan lama penjemuran tergantung pada intensitas cahaya matahari.

Sedikit tambahan kenapa kita harus gemar mengkonsumsi ikan karena banyak kandungan pada ikan yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh, seperti yang disampaikan oleh Departemen Kesehatan 2008 yang menyatakan  bahwa:

1.      Ikan memiliki kandungan protein yang cukup tinggi (20%) dalam tubuh ikan tersusun oleh asam – asam amino yang berpola mendekati pola kebutuhan asam amino dalam tubuh manusia.

2.      Daging ikan mudah dicerna oleh tubuh karena mengandung sedikit tenunan pengikat (tendon).

3.      Daging ikan mengandung asam – asam lemak tak jenuh dengan kadar kolestrol sangat rendah yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.

4.      Daging ikan mengandung sejumlah mineral seperti K, Cl, P, S, Mg, Ca, Fe, Ma, Zn, F, Ar, Cu, dan Y.

Comments

Popular posts from this blog

CARA PRODUK PERIKANAN MENEMBUS PASAR GLOBAL

10 JENIS OLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA YANG SUDAH EKSPOR KE PASAR DUNIA

BUDIDAYA IKAN GURAME CEPAT PANEN